Kemana ku mengadu

Aku dan hidup ku


   Saat ini aq kembali menuangkan kisah hidup ku yg terbilang sangat pelik dan penuh misteri,dari mana aku berasal,kapan aku di lahir kan,kapan waktu pastinya aku pertama kali mnghirup udara secara cuma2 oleh tuhan ku pun aku tak tau,tp yg aku tau,aku ada hingga kini.udara yg sampai saat ini aku hirup pun blm dapat aku bayar dgn takwa dan rasa syukur yg bersengatan kepada tuhan ku.
   Masih ingat tentux,brapa tahun lamax aku mngenyam pendidikan di sekolah dasar di kampung ku,yg mna kepala sekolahx pak haji aini yg berperawakan tinggi besar,rambut tipis yg selalu disisir kearah kiri.9thn lamax aku bersekolah di tingkat dasar tnpa di awali dgn duduk di bangku taman kanak-kanak.tapi kalian tidak pernah berpikir bagaimna aku bisa tumbuh besar hingga saat ini,dari tangan dan pangku seorang nenek tua yg berumur 80thn.3hari umur ku saat itu, saat diadopsi oleh beliau disertai selembar surat dari perangkat desa,yaa kantor kelurahan yg saat itu yg tepat berada bersebelahan dgn istana tua ku,surat itu mnyatakan bahwa aku di berikan cuma2(bukan humman trafiking)atau penjualan manusia.Hnya dari selmbar surat itulah,yg aku temukan di lemari tua,diatas tumpukan kertas2 usam dan berdebu yg aku tak tau itu surat2 apa saja,selembar kertas usam yg warnax sdh tak lagi putih bersih,kuning dan nampak kabur,yg mengantarkan ingin tahu ku,siapa aku dan siapa yg melahirkan ku kedunia..yg aku tahu pada keyakinan ku,Allah yg menciptakan ku,tuhan ku pemilik dan pencipta segala yg baharu.
   Tak ku ceritakan saat ini siapa ibu ku atau ayah ku,yg adanya aku di dunia karna sabab musabab mereka berdua.Aku masih akan menceritakan kembali masa kanak-kanak ku di masa yg lampau saat aku ada di tangan wanita tua yg sayangx pada ku melebihi sayangx akan diri nya sendiri.
   Wanita tua itu memelihara ku dan merawat ku dgn baik,dgn penuh perjuangan yg sangat amat luar biasa yg tak pernah aku temui di belahan bumi mana pun,malu pada wajahx sdh hilang,lelah tubuh tuanya tak di hiraukan,asal aku si kecil bisa makan dan tertawa gembira di hdapan nya,aku bak sebuah penghibur hidupx dikala masa tua menjelang magrib nya.
   Uang Pensiunan yg beliau dapatkan perbulan tiadalah mencukupi untuk kehidupan kami berdua di istana tua itu,sebuah koprasi yg lumayan besar saat itu terdapat disamping sebuah kantor,yg dimna beliau biasax mengambil uang pensiun,biasa beliau mengambil banyak bahan sembako,dari gula,beras,susu kental manis dan lainx, yg nanti dikala sdh keuangan menipis di istana itu,disitu lah bahan2 sembako yg beliau ambil dari koprasi itu dijual kembali di warung2 dekat dgn rmh ku dgn harga jual yg lebih murah pastix,dari uang itulah aq bisa membeli sedikit jajanan kala itu yg nilai harga, berkisar Rp.25,00 sampai dgn Rp.100,00.
   Mie instan bagi ku adalah makanan yg terbilang mahal dgn kondisi kami berdua saat itu,dan itulah makan favorite kami berdua di kala lapar dan dikala ada uang,klo pun lapar tp ta ada uang kami hnya makan nasi saja berteman dgn segelas air teh hangat yg diseduh berasamaan dgn nasi putih...enak sdh barang tentu.
   Istana tua kami yg masih tanpa listrik adalah istana yg terindah bagi ku,lampu tembok yg menyala hanya dua di dalam istana q,ruang tengah dan disudut istana tua ku,lampu tembok yg memerlukan bahan bakar dari minyak tanah akan menyala di kala ada minyakx,sdh menjadi rutinitas yg aku lakukan adalah membeli bahan bakar buat menerangi malam kami dari kegelapan malam,seblm magrib aku membawa tempat minyak kecil yg terbuat dari bahan plastik,tidak bnyk yg bisa kami beli hnya 1/2 atau 1ltr saja,minyak tanah yg kami dapat beli setiap harix,yg selalu aku lewati adalah teman2 sebaya ku,saat aku membawa tempat minyak,olok2an mereka sdah sperti nyanyian merdu di kuping ku,acuh dan tak perduli..kadanh tangan mereka menyentuh kuat di kepala ku,ingin menangis pasti,kemana aku harus mengadu,siapa pahlawan perkasa ku yg mampu membela ku,tak ada!!! Hnya nenek tua yg dgn gagah berani membesarkan hati ku,hari demi hari ku.

                              '' Tangis ku adalah gembira ku dan tawa ku ada sedih ku.''




Komentar

Postingan Populer